Grosir
jaket bomber tanah abang, grosir jaket bomber murah, grosir jaket bomber
jakarta, grosir jaket bomber surabaya, grosir jaket bomber bandung, toko jaket
bomber di jogja, toko jaket bomber di malang, toko jaket bomber di bandung,
toko jaket bomber bandung, toko jaket bomber di Jakarta
Tampil Gaya dengan Jaket Bomber
Jaket bomber kini menjelma menjadi opsi busana klasik yang mampu mendongkrak tampilan pria maupun wanita menjadi penuh gaya. Berbagai desainer dan label mode berbondong-bondong menghadirkan inovasi pada luaran yang dulunya identik dengan seragam penerbang ini. Eksplorasi material dan struktur busana menjadi fokus yang diusung oleh banyak label di musim ini. Lantas bagaimana cara terbaik untuk memadu-padankan jaket bomber ke dalam gaya sehari-hari? Kami memiliki panduan cerdasnya yang terangkum dalam daftar di bawah ini.
Casual Look
Untuk kesempatan bernuansa kasual, jaket bomber dengan bahan ringan, seperti katun, parasut, dan neoprene adalah pilihan yang tepat. Akan lebih menarik jika ditambah dengan padanan motif yang unik, semisal motif geometris, garis, dan sebagainya.
Travel Look
Jaket berbahan tebal, seperti bahan wol dan nylon, dapat dimaksimalkan untuk menemani perjalanan Anda. Apalagi jika berpergian ke daerah yang dingin atau berangin kencang, jaket dari kedua bahan tersebut mampu memberikan kehangatan yang cukup bagi tubuh.
Professional Look
Ya, jaket bomber juga dapat dikenakan untuk tampilan profesional. Material terbaik untuk gaya ini adalah bahan parasut ringan yang dipadukan dengan kaos bermotif kecil dan celan chino berwarna gelap.
Demikian Tips Tambil Gaya dengan Jaket Bomber, Semoga Bermanfaat
Banyak pakaian pria terinspirasi dari seragam militer, mulai dari kaos, kemeja, celana panjang, sampai jaket atau mantel. Salah satunya adalah Jaket Bomber. Awalnya jaket jenis ini dikenal dengan nama MA-2 dan punya sejarah dari pertengahan abad ke-20 sampai hari ini.
Di Indonesia, jaket bomber jadi tren sejak setahun lalu. Popularitasnya melonjak tajam ketika Presiden Joko Widodo mengenakannya saat memberikan pernyataan pers tentang kondisi keamanan pada Sabtu dinihari, 5 November 2016. Saat itu, Jokowi memakai jaket bomber berwarna hijau lumut dengan ritsleting di bagian lengan dan saku depan. Jaket tersebut mirip dengan koleksi milik Zara.
Awalnya jaket bomberdipakai untuk musim dingin atau oleh pilot pesawat tempur. Tapi kini, Jaket Bomber menjadi outerwear yang paling digemari. Mari kita tilik seperti apa perkembangan jaket bomber di dunia fashion.
- Pada 1940-an, A-2 dan B-15 sebagai standar pertama
Saat Perang Dunia II, pilot pesawat tempur memerlukan pakaian luar yang fungsional saat berada di ketinggian dan cuaca dingin, serta pas dipakai untuk keluar-masuk kokpit. Sebab, semakin tinggi teknologi penerbangan maka bagian kokpit dibuat lebih sempit, dan pesawat dapat terbang lebih tinggi dan cepat.
Keadaan ini mendorong inovasi jaket bomberyang semula terbuat dari kulit dan bulu, menjadi bahan wol dan nilon yang tahan air. Jaket bomber yang sekarang kita kenal, tak akan ada tanpa pengaruh dari jaket jenis sebelumnya B-15 dan A-2.
Jaket bomber A-2.
Adalah A-2, jaket kulit horside dengan penutup kancing, leher berbentuk sirip pesawat, dan dua kantong lipat yang menghiasi bagian depan jaket. Sedangkan jaket B-15 sedikit mirip dengan jaket bomber model MA-1.
Jaket bomber B-15.
Jaket ini bertujuan melengkapi kebutuhan pilot yang baru, berpusat pada kondisi di ketinggian, dan pesawat yang melesat lebih cepat. Bagian kerah tetap dengan bahan bulu plus kantung pada bagian lengan dan depan. Bahan luar terbuat dari katun ditambah tali dari kulit pada dada untuk menanan masker oksigen dalam penerbangan.
- 1949-1950 awal mula jaket bomber MA-1
Perubahan dari model B-15 menjadi MA-1 terjadi antara 1949-1950. Perubahan yang menonjol terlihat pada bagian kerah yang semula dari bahan bulu menjadi rajut agar memudahkan membuka parasut. Selain itu, ada tambahan garis berwarna oranye sebagai tanda penyelamatan jika terjadi kecelakaan pesawat.
Bahan yang digunakan pada jaket bomber MA-1 adalah nilon agar tahan air. Sementara warna yang digunakan MA-1 adalah “midnight blue”. Selama Perang Korea dan Vietnam pada awal 1960-an, warna jaket bergeser menjadi hijau pupus, agar lebih efektif menyamarkan tentara di kawasan hutan.
Jaket Bomber MA-1
- Pertengahan 1950-an, jaket bomber mulai dipakai masyarakat
Jaket bomber sudah menjadi bagian utama dari kehidupan militer. Tapi setelah Perang Vietnam, jenis jaket ini sudah masuk ke ranah publik. Sebab, pada dasarnya jaket ini nyaman dipakai pada suhu -9 sampai 10 derajat celcius, sehingga untuk saat musim dingan.
Dengan beralihnya fungsi jaket ini, perubahan juga dilakukan pada model jaket. Bagian kerah dan manset yang tadinya terbuat dari wol, berubah menjadi rajut akrilik. Lapisan dalamnya juga dikurangi, sehingga membutuhkan perawatan ekstra bagi pemakai di lingkungan yang lebih basah. Bahkan kepolisian juga menambahkan jaket MA-1 sebagai salah satu seragam, terutama bagi petugas yang tinggal dan bekerja di luar dengan suhu yang sangat dingin.
Demikian seputar Perkebangan Jaket Bomber di Dunia Fashion, semoga bermanfaat :) :)
Jaket bomber bisa dibilang salah satu fashion item yang
paling diincar tahun ini. Apalagi dengan adanya presiden kita, Bapak JokoWidodo, yang terekam memakai jaket bomber dengan
warna klasik green saat
berpidato beberapa waktu lalu. Semenjak saat itu, pesona jaket bomber semakin populer di Indonesia. Walaupun popularitas jaket bombersedang naik, sedikit sekali
yang tau asal-usul jaket bomber. Oleh karena itu, Kami akan mengajakmu
mengenal lebih baik tentang jaketbombermelalui 4 fakta menarik berikut!
1.
Berawal dari Kebutuhan Militer
Jaket Bomber awalnya didesain untuk kebutuhan
militer saat perang dunia. Zaman dulu, kebanyakan kokpit pada pesawat tidak tertutup
sehingga para pilot seringkali terpapar suhu udara yang sangat dingin.
Akibatnya mereka memerlukan jaket untuk menghangatkan diri mereka ketika
terbang tanpa membatasi gerakan mereka.
Saat perang dunia pertama jaket bomberterbuat dari bahan kulit dengan lapisan dalam dan
kerah bulu domba, tetapi dengan adanya pesawat jet para pilot bisa terbang
lebih tinggi dari permukaan laut dan terkena suhu udara yang lebih dingin,
sedangkan bahan kulit sangat rentan terkena hujan dan keringat yang akan membeku
jika terkena udara dingin.
Dengan inovasi pesawat jet yang baru, kokpit pesawat
menjadi lebih kecil, tertutup, dan ada penghangat di dalamnya. Jaket kulit yang
tebal itu sudah tidak diperlukan lagi dan akhirnya pada tahun 1949 mereka
beralih ke model yang lebih ringan yaitu jaket bomber yang sekarang kita kenal.
2.
Dekorasi & Warna Bomber Jacket
Di zaman sekarang, sangat banyak toko-toko yang
menjual decorative patch untuk dipasang di jaket bomber. Bahkan sudah ada jaket
bomber yang dijual dengan decorative patch pada
desainnya. Ternyata hal ini bukan hal baru karena jaket bomber dari
jaman perang dunia sudah sering dihias oleh para fighter pilots dengan patches yang
menandakan pangkalan militer mereka, pasukan mereka, rangking, jumlah misi yang
mereka selesaikan, dan lain-lainnya. Tetapi sekarang, menghias jaket bomber suka hati para fighter pilots sudah tidak
diperbolehkan lagi oleh Angkatan Udara/Angkatan Laut AS. Untungnya, untuk kamu
yang tidak bekerja di militer, bisa bebas berekspresi pada bomber
jacket-mu dengan decorative patches, embroidery, atau lukisan!
Warna jaket bomber juga awalnya hanya
tersedia warna navy blue, tetapi akhirnya mereka memproduksi jaket
bomber dengan warna khaki green untuk memudahkan
para fighter pilots berkamuflase di antara rerumputan, jika
mereka jatuh dari pesawat atau mendarat di area musuh.
3.
Populer Melalui Subcultures
Jaketbomber awalnya diproduksi khusus untuk Angkatan Udara AS
dan pilot pesawat tempur Angkatan Laut AS oleh Dobbs Industries. Tetapi, jaketbomber mulai bermunculan di Eropa pada akhir tahun 1950-an dan dijual
melalui toko surplus pemerintah, toko barang bekas, dan black market.
Pada tahun 1963, sebuah cabang dari Dobbs akhirnya menjadi
Alpha Industries, dan mereka menerima kontrak militer untuk menghasilkan jaketbomber. Saat itulah semakin banyak jaket bomber dikirim ke
Eropa dan Australia karena Alpha Industries mulai mengekspornya untuk Angkatan
Udara Eropa dan pelanggan komersial. Pada waktu yang bersamaan, sejumlah
gerakan subkultur penting seperti skinheads, mods, dll
mulai bermunculan di seluruh dunia yang akhirnya menggunakan jaketbomber yang didapatkan dari toko barang bekas, dan menjadikannya
bagian integral dari seragam mereka untuk beberapa dekade mendatang.
Pada tahun 1990-an, jaket bomber mulai bermunculan lagi di kalangan anak muda yang berpakaian grunge/alternative karena
sedang trend untuk membeli barang-barang vintageatau thrifting. Jaket
Bomber saat itu seringkali dipadupadankan dengan kemeja
kotak-kotak, jeans stonewashed, dan sepatu doc martens. Di tahun
2000-an, jaket bomber mulai terlihat dipakai para skateboarders dan surfers,
yang akhirnya melahirkan gaya streetweardan
berhasil menarik perhatian anak-anak muda dari semua kalangan.
4.
The “Kanye Effect”
Kanye West mempunyai efek yang luar biasa! Ketika
Kanye terlihat memakai customized bomber jacket dari Alpha
Industries dengan tulisan YEEZUS TOUR dan menjualnya sebagai tour
merchandise, Alpha Industries mengalami kenaikan 30% pada penjualan mereka.
Karena tour merchandise Kanye itu, banyak brand fast
fashion seperti Zara, H&M, dan Topman mulai ikut menjual
model Jaket Bomberyang mirip dengan jaket bomber milik Alpha
Industries. Alhasil, jaket bombermenjadi tersedia untuk masa
dan para pelanggan diberi kemudahan agar bisa mengikuti gaya streetwear Kanye
West dengan memakai jaket bomber yang mirip dengan punya
Kanye walaupun low on a budget.
Sekian fakta tentang jaket bomber dari Mister! Semoga
bermanfaat dan jangan lupa shareke teman-teman kamu yang suka
memakai Jaket Bomber! Berikan juga pendapatmu tentang trend ini
di bagian comment dan dapatkan koleksi bomber dan pilihan
jaket lainnya di https://jaketbomberbandung.tumblr.com/